Senin, 21 Agustus 2017

Waspadai 7 Gejala Berikut ini! Karena Bisa Jadi itu Adalah Tanda Serangan Jantung Datang

Tak seorang pun tahu kapan serangan jantung akan menghampirinya. Sekalipun tubuh kita sedang sehat, serangan jantung bisa saja tiba-tiba datang. Oleh karena itu, kita harus waspada dan harus tahu gejala-gejala serangan jantung.


Penyakit jantung yang didahului dengan serangan jantung biasanya terjadi saat suplai darah tidak cukup untuk sampai ke jantung. Meski mendadak, sebulan sebelum serangan jantung datang biasanya muncul beberapa gejala. Apa saja?

1. Rasa lemah yang tidak biasa

Jika kamu merasa bahwa tubuhmu melemah lebih dari biasanya, maka kamu wajib untuk waspada. Sebab bisa jadi ini adalah gejala utama dari penyakit jantung.

Munculnya rasa lemah ini berawal dari kurangnya aliran darah dan lemahnya sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Kemudian terjadi pula penyempitan arteri dan melemahnya otot ke jantung.

2. Pusing

Bila kepala kekurangan aliran darah, maka pusing akan muncul. Sebabnya aliran darah juga membawa oksigen yang dibutuhkan sel-sel otak untuk bernapas.

3. Keringat dingin

Keringat dingin juga menjadi gejala lain yang mengindikasikan bahwa tubuhmu sedang berada di bawah tekanan atau stres karena penyakit tertentu. 

Selain itu serangan jantung yang membuat aliran darah tak lancar juga akan membuat tubuh terasa dingin dan lembab.

4. Nyeri dada

Jika kamu mengalami rasa sakit di dada atau area tubuh lainnya seperti lengan, punggung, dan bahu, maka kamu perlu segera mendapatkan perawatan medis. Apalagi jika gejala nyeri ini dibarengi dengan sesak napas. Maka bisa jadi itu adalah indikasi dari masalah jantung.

5. Gejala flu atau demam

Menurut penelitian, banyak pasien serangan jantung yang melaporkan bahwa mereka mengalami gejala flu atau demam sebulan sebelum serangan jantung.

6. Sesak napas

Sesak napas menjadi gejala kunci lainnya dari penyakit serangan jantung. Sebabnya paru-paru tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup dan darah yang sehat. Kemudian saat jantung tertekan, maka aliran darah ke paru-paru juga tidak mencukupi. Hasilnya adalah sesak napas.

7. Mual dan gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan seperti mual, naiknya asam lambung, dan maag juga menjadi tanda lain dari serangan jantung yang patut untuk kamu waspadai.

Itulah beberapa tanda dari munculnya serangan jantung yang patut untuk kamu waspadai. Well, apakah kamu pernah mengalami salah satu di antaranya? Segera periksa ke dokter ya.

3 Hal Yang Harus Dipahami Agar Amalan Ibadah Qurban Anda Diterima Oleh Allah SWT

Beberapa hari lagi, umat Islam akan melaksanakan Idul Adha atau Hari Raya Qurban. Banyak orang yang salah paham tentang tata cara pelaksanaan ibadah qurban tersebut.


Syeikh Ali Jaber meluruskan beberapa pemahaman yang keliru tentang tata cara pelaksanaan ibadah Qurban. Ada tiga hal yang beliau sorot yaitu tentang jumlah qurban per-orang, memakan daging qurban dan pembayaran ongkos penyembelihan dengan kulit hewan qurban.

1. Jumlah qurban

Persoalan pertama yang beliau luruskan adalah tentang jumlah qurban. Ada pemahaman yang berkembang di masyarakat, satu orang wajib berkurban dengan satu ekor kambing. Apabila dalam sebuah keluarga ada lima orang anak, maka menjadi genap tujuh orang sehingga wajib berkurban dengan 1 ekor sapi (konversi dari 7 ekor kambing). Jika tidak mampu, maka bisa berqurban dengan kambing dahulu, misal tahun ini mampu 1 ekor kambing atas nama istri, tahun depan atas nama anak, demikian seterusnya hingga seluruh anggota keluarga sudah dijatah per 1 ekor kambing.

"Ini hal keliru! Qurban berbeda dengan Aqiqah dan Zakat Fitrah yang dihitung perorang. Qurban hitungannya perkeluarga bukan perorang. Ketika nabi Ibrahim AS hendak sembelih Ismail, diganti dengan 1 ekor kambing oleh Allah SWT, padahal Ibrahim beserta 2 istri dan 2 anak harusnya lima ekor. Demikian juga Nabi Muhammad SAW, berkurban dengan 2 kambing. Pada kambing pertama beliau berkata 'Bismillah atas nama Muhammad dan keluarga Muhammad'. Lalu pada kambing kedua beliau berkata 'Atas namaku dan ummatku'. Padahal berapa jumlah istri dan anak serta umat beliau?" kata Syeikh Ali menjelaskan.

"Kewajiban itu tidak lebih dari 1 ekor kambing. Jika mampu 1 sapi atau 1000 sapi silahkan, karena tidak ada larangan atas kemampuan. Misalnya seorang bapak dengan seorang anak berqurban dengan 1 kambing, sah. Dengan 1 sapi silahkan. Seorang bapak dengan 4 orang istri dan masing-masing 10 orang anak hendak berqurban, wajib dengan 1 kambing saja untuk 45 orang sekeluarga. Jika mampu 1000 kambing atau 1000 sapi, boleh, silahkan," lanjut Syeikh menambahkan penjelasannya.

Tentang nama-nama yang disebut saat penyembelihan, Syeikh Ali mengatakan tidak ada kewajiban atas hal tersebut. Karena hakikatnya menyebut atas nama keluarga sudah mencakup seluruh anggota keluarga termasuk orang tua yang sudah meninggal dunia.

"Bismillah atas namaku dan keluarga. Tidak perlu membawa nama-nama. Atas namaku dan keluarga sudah termasuk orang tua yang meninggal. Ada sebagian ulama membolehkan, kalau kita mampu dan mau khusus, kambing atas nama orang tua, tidak masalah. Kalau tidak mampu, maka 1 ekor sudah termasuk keluarga dan orang tua kita. Ini adalah salah satu sedekah yang berguna bagi orang tua yang meninggal di keluarga kita," katanya.

2. Makan daging qurban

Persoalan kedua yang beliau sorot adalah sunnah yang mulai hilang yaitu banyak yang tidak mau makan dari hasil qurban. Sebagian besar masyakarat tidak mau memakan daging qurban dengan alasan ingin disedekahkan semua untuk fakir miskin.

"Padahal ini adalah sunnah Rasul seperti dalam aqiqah. Rasululullah membagi qurban menjadi tiga, pertama dihadiahkan kepada orang kaya untuk silaturrahim, kedua disedekahkan untuk orang miskin, dan yang ketiga untuk diri sendiri. Bahkan Rasulullah SAW sebelum shalat 'Ied berpuasa, lalu membatalkannya sesudah shalat dari hasil sembelihan hewan qurban," kata Syeikh Ali.

Beliau menekankan bahwa daging qurban yang ingin disedekahkan semua tidak masalah, namun mengajak jamaah agar sesekali menghidupkan sunnah Rasul dengan memakan daging qurban.

3. Pembayaran dengan kulit dan kepala

Persoalan ketiga yang beliau sorot adalah maraknya pembayaran ongkos penyembelihan hewan qurban dengan kulit dan kepala, padahal tidak dibenarkan.

"Tidak boleh pembayaran hasil sembelihan dari kulitnya. Banyak tukang sembelih datang, ketika kita tawarkan untuk sembelih dan tanya berapa, 'ndak papa kasi aja kulitnya sama kepalanya'. Jangan anda setuju dan terima," kata beliau menegaskan.

"Qurban itu lillahi ta'ala bukan jual beli. Kalau sudah dijual berarti bukan qurban karena tidak lillahi ta'ala," tambahnya.

Beliau memberikan jalan keluar dengan terlebih dahulu menjelaskan akad awal dengan tukang sembelih terutama berapa ongkos atau biaya yang diminta. Sedangkan kulit dan kepala bisa diberikan sebagai hadiah.

"Ijab kabul. Tentukan, misal ongkos sembelihan 50 ribu. Jika setuju, selesai! Jika sesudah penyembelihan kita berikan ongkosnya dan tambahkan kulit dan kepala sebagai hadiah, tidak masalah. Tetapi bukan untuk bayar sembelihan. Jadi harus dibedakan," kata beliau.

Beliau juga menegaskan bahwa amalan ibadah qurban bisa tidak diterima Allah, jika sebagian dari hasil sembelihan dijadikan pembayaran atau ongkos.

Demikianlah yang disampaikan oleh Syeikh Ali Jaber, semoga bermanfaat untuk kita semua.